Perbedaan Client dan Server Side Scripting

Pasti kita mengetahui apa yang dimaksud dengan website. UsmanBahtiar.com, facebook.com, yahoo.com, twitter.com, almashum.com dsb merupakan contoh website. Namun tahukah kalian, untuk membuat suatu website itu itu diperlukan minimal satu bahasa pemrograman berbasis web, Contohnya: html, css, javascrip, VBscript , php, asp, asp dot net dan lain-lain. Okay, Kalau kalian tahu itu, apakah kalian tahu kalau website itu dari sisi pengolahannya terbagi menjadi dua jenis, yaitu Client Side Scripting dan Server Side Scripting.  Kalau belum mengetahuinya coba baca artikel di bawah ini.

1. Client Side Scripting

Client Side Scripting adalah bahasa pemrograman yang proses pengolahannya dilakukan di komputer pengunjung (Client). Ketika seseorang ingin melihat suatu website, maka website yang bertipe ini akan sepenuhnya di download dan diproses di komputer masing-masing sehingga siapapun yang melihat website kita bisa mengambil seluruh Script yang ditulis oleh pembuatnya, Hal tersebut merupakan suatu kelemahan tersendiri, yaitu orang yang berniat jahat bisa dengan mudah mengotak-atik website kita dengan lebih mudah. Web yang menggunakan program ini biasanya website statis, yaitu yang tampilannya hampir tidak berubah, kecuali  website tersebut dirombak pada halamannya (Misal : web bertipe *.html).

Contoh Client Side Scripting adalah :

  • HTML (Hypertext Markup Language)
  • CSS (Cascading Style Sheet)
  • JavaScript
  • XML (Extensible Markup Language)

2. Server Side Scripting

Server Side Scripting adalah kebalikan dari Client Side Scripting yaitu bahasa pemrograman web yang pengolahannya dilakukan di komputer server dan hasil pengolahannya kirimkan ke komputer client/pengunjung dalam bentuk bahasa html, sehingga pengunjung tidak mengetahui Script yang telah ditulis oleh pembuatnya, sehingga website tipe ini lebih aman dari serangan hacker, walaupun masih beresiko juga terkena hack. Web tipe ini bersifat Dinamis yaitu bisa dirubah kontennya dengan mudah tanpa mengotak-ngatik scriptnya. Bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan web seperti, Toko Online, forum, web sekolah, blogging dan berbagai kebutuhan lainnya.

contoh Server Side Scripting adalah :

  • PHP
  • ASP
  • ASP dot Net
  • Java Server Page
  • dan lain-lain.

Untuk mempelajari bahasa pemrograman berbasis Client Side Scripting, kita hanya membutuhkan Web editor (contoh: Notepad, Adobe Dreamweaver, Ms. FrontPage, dsb) dan Browser (contoh : Mozilla Firefox, Google Chrome, Internet Explorer, dsb). Untuk mempelajari bahasa pemrograman berbasis Server Side Scripting selain Web editor dan Browser, kita juga memerlukan sebuah komputer server. Jangan Pusing dulu, kita bisa menggunakan komputer kita sebagai server juga sebagai client yaitu dengan cara menginstallkan aplikasi yang dibundel untuk server yang bisa didapatkan dengan GRATIS. Aplikasi tersebut salahsatunya adalah :

XAMPP

LAMPP

WAMPP

AppServ

Sekian dulu postingan untuk kali ini. insyallah berikutnya kita akan belajar bersama cara membuat website berbasis Server Side. Semoga Bermanfaat. Amin…

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>